Jumat, 30 Oktober 2009

Posting tentang Nge-Blog, Google dan Pagerank

Banyak yang mengatakan bahwa tujuan nge-blog identik dengan mendapatkan uang dari hasil menempelkan iklan dari adsense ataupun penyedia iklan online yang lain. Itu memang benar tapi tidak seluruhnya.
Menurut saya, nge-blog sangat bermanfaat sekali bagi kita untuk mengasah kemampuan menulis kita dalam bentuk artikel yang menarik orang lain (visitor) untuk membacanya.

Kita dapat mendapatkan fasilitas blog gratis baik dari blogger, wordpress, ataupun menghosting blog itu sendiri di web server yang kita punya. Tapi tentu saja meng-hosting di web server sendiri lebih merepotkan dibanding yang sudah disediakan di fasilitas blog gratis.

Setelah kita menulis suatu artikel di blog, tidak lengkap rasanya apabila blog kita tidak ada yang mengunjungi ataupun membaca artikel kita. Pengunjung tersebut kita dapatkan baik dari teman yang telah mengetahui link alamat blog kita ataupun melalui search engine.

Untuk mendapatkan pengunjung blog dari search engine, kita diharuskan untuk men-submit link blog kita ke search engine tersebut misalnya google ataupun menggunakan fasilitas sitemap submitter yang dapat menghemat waktu kita untuk men-submit blog kita di search engine terkenal.

Setelah men-submit blog kita, blogger diharuskan memposting suatu artikel dalam waktu yang periodik dan terus menerus. Karena Google sangat menyenangi suatu konten yang masih fresh dan tentu saja itu bisa menjadikan blog kita menghasilkan uang dari google adsense.

Sebenarnya sangat susah sekali mendapatkan suatu persutujuan google bahwa blog kita dapat menempelkan iklan adsense. Salah satunya adalah blog kita harus mendapatkan pagerank antara 1 sampai dengan yang paling tinggi yaitu 10.
Untuk mendapatkan pagerank tersebut kita harus sering bertukar link dengan teman-teman blogger yang lain.

Untuk blogger, yang lebih penting adalah menuliskan artikel yang menarik dan mendapatkan pengunjung sebanyak-sebanyaknya.

Mohon maaf atas kekurangannya, karena saya masih belajar.

Kamis, 29 Oktober 2009

Posting tentang Televisi Digital

Apa itu tv digital?
Menurut wikipedia, TV Digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.



Sebenarnya hampir semua stasiun TV penyiaran baik TVRI maupun TV swasta nasional telah memanfaatkan sistem teknologi penyiaran dengan teknologi digital khususnya pada sistem perangkat studio untuk memproduksi program, melakukan penyuntingan, perekaman dan penyimpanan data. Tetapi dalam pendistribusian siaran Stasiun-stasiun tv tersebut masih menggunakan teknologi analog.

Kenapa harus migrasi ke digital dan apa keuntungannya?
Tentu setiap migrasi dari suatu teknologi ke teknologi lainnya ada keuntungan dan kekurangannya/kendalanya.
Kelebihan tv digital yaitu kualitas gambar dan warna yang dihasilkan jauh lebih bagus daripada televisi analog.
Keuntungan lainnya adalah pemiras tv digital dapat memilih sendiri kapan akan menonton, remote tidak lagi untuk memilih saluran tapi juga untuk melihat simpanan program, (siaran interaktif). Televisi yang menjadi siaran interaktif akan lebih memudahkan pemirsanya untuk mencari-cari program yang dia sukai. Tidak ada lagi prime-time karena saat itu pemirsa dapat mencari program lain yang dibutuhkan.
Bahkan mungkin setiap stasiun tv dapat menyiarkan beberapa acara langsung dalam suatu waktu secara bersamaan.

Kendalanya sebenarnya hanya pada perangkat set top box (suatu perangkat yang memungkinkan tv analog dapat menerima siaran tv digital)dan penyediaan pemancar siaran digital saja.

Set-Top Box berguna untuk meminimalkan resiko kerugian (baik bagi operator TV maupun masyarakat) agar pesawat penerima analog dapat menerima siaran analog dari pemancar TV yang menyiarkan siaran TV Digital, sehingga pemirsa (masyarakat) yang telah memiliki pesawat penerima TV analog secara perlahan-lahan dapat beralih ke teknologi TV digital dengan tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini.

Bahkan, pemerintah sampai rela meminjam uang ke negara lain (berhutang) demi menyukseskan program konversi tv analog ke tv digital ini.
Pemerintah Indonesia memperoleh pinjaman lunak 17, 6 juta euro atau sekitar Rp 250 miliar dari pemerintah Spanyol untuk membangun akses pemancar siaran digital di daerah terpencil dan perbatasan selama 2-3 tahun.

Selain industri siaran serta produsen perangkat pendukung (set top box dan televisi), yang tak kalah penting adalah kesiapan masyarakat menerima migrasi tersebut. Memang, dari hasil survei uji coba diketahui, 60 persen dari 1.900 responden mau menerima teknologi ini.

Siaran digital sendiri sampai saat ini masih dalam tahap uji coba sejak Agustus 2008 lalu. Diharapkan akhir 2009 nanti, uji coba yang dilangsungkan di area Jabodetabek dengan cara membagikan 1000 set top box gratis, sudah bisa rampung. Saat itu juga, pemerintah berharap bisa mulai menerbitkan regulasi sekaligus mengeluarkan izin frekuensi siaran digital.

So...siapkah anda untuk menikamti siaran tv digital ini?

(berbagai sumber)

Rabu, 28 Oktober 2009

Posting Pertama tentang Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Semua istilah ini, baik "narkoba" atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.


Jenis

* Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.

Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.

* Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.